CARUT MARUT HARGA KOPI

HARGA KOPI

Harga Kopi Robusta tergolong yang paling murah diantara beberapa jenis kopi di Indonesia. Namun demikian kopi robusta termasuk yang paling laku di manca negara. Kopi Robusta selain murah juga yang paling gampang tumbuh dan tahan penyakit, dan kami membuatnya menjadi Kopi Sangrai

Harga kopi yang cenderung fluktuatif membuat lesu bisnis di produk ini mulai hilir sampai dengan hulu. Namun demikian bukan hanya kopi tapi hampir semua produk pertanian di negara ini mengalami nasib yang sama. Lihat saja produk cabai, bawang merah, jagung (kalau disebutkan semua panjang deh gan). Kalau sudah begini siapa yang dirugikan? Tahu sendirilah jawabnya. Tapi siapa yang salah??? (Hayo pada diam gak ngaku).

Pemerintah, Pengusaha, Pedagang, Petani, Petani Penggarap, Konsumen adalah lingkaran mata rantai yang tidak terputus dari suatu sistem ekonomi pertanian. Salah satu saja menyalahi aturan baku sebuah kesepakatan umum pengendalian mutu baik itu pengolahan lahan, cocok tanam, panen, pasca panen, distribusi, penyimpanan (gudang), pengolahan hasil, diversifikasi pengolahan hasil, maka akan merusak sistem harga yang mencakup kestabilan harga komoditi.

Kembali kepada harga. Harga komoditi (kopi) terutama kopi robusta terjun bebas. Sejak awal sebuah harga ditentukan dari level yang paling bawah yaitu petani. Selama petani bisa menjaga kestabilan mutu produk yang dihasilkan maka harga cenderung bagus dan stabil. Dengan demikian harga kopi berbanding lurus dengan mutu kopi.

Untuk menghasilkan mutu yang bagus maka dilakukan upaya-upaya pengendalian mutu yang berkesinambungan mulai pengolahan lahan, cocok tanam, perawatan, panen dan pasca panen.

Tugas pemerintah disini memberikan pendidikan di tingkat petani guna menghasilkan produk yang bermutu dan didukung badan-badan penelitian yang selalu mengkaji segala permasalahan menyangkut mutu produk. Kalau kita amati badan-badan penelitian ini telah melakukan segala daya upaya untuk menghasilkan produk bermutu mulai bibit, pupuk, pengendalian hama penyakit, penanganan panen dan pasca panen, cara cocok tanam. Tapi mengapa di tingkat petani tidak bisa menyerap informasi dari badan-badan ini. Seperti terjadi miscomunication.

Kalau kita lihat dilapangan ternyata jumlah tenaga pendidik (penyuluh pertanian dan perkebunan) tidak sebanding dengan jumlah petani dan luas area lahan. Yang aneh lagi tiap tahunnya lulusan sarjana pertanian sangat banyak. Mengapa tidak termanfaatkan?

Harga biji kopi tergantung dari mutu pada saat panen. Kebanyakan kalau kita amati pada saat panen, petani jarang sekali melakukan penyortiran biji kopi yang dihasilkan. Biji kopi yang masak merah sebaiknya dipisahkan dari yang kuning dan hijau. Hal ini dilakukan karena penanganan pasca panen biji kopi ini berbeda antara yang merah, kuning, dan hijau. Proses fermentasi dari ketiga warna buah kopi ini sangat berbeda, bila dicampur dan dilakukan penanganan yang sama maka akan dihasilkan biji kopi bermutu rendah dan tentunya harga yang rendah pula.

Disini kami selaku produsen [kopi sangrai] berusaha sebaik mungkin untuk mengendalikan mutu, dengan cara memisahkannya sesuai grade mutu yang ada dan sesuai harga yang melekat pada mutu biji kopi itu. Hal ini kami lakukan guna memenuhi selera konsumen dan penikmat kopi umumnya sesuai dengan harga yang terjangkau namun tidak mengurangi mutu dari produk yang dikasilkan. Menjaga mutu biji kopi berarti menjaga Harga Kopi.

 

Bapak BUDI
081 333 686 682 (SIMPATI)
087 859 876 531 (XL)
Bapak THOMAS
081 1360 3808 (SIMPATI)
330F9b65 (pin BB)

Email :
Pemesanan : Marketing@kopisangrai.com
Peluang Usaha : Info@kopisangrai.com

Alamat Kantor :
Jl. Anggrek Merpati No.13 Malang, Jawa Timur, Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *