Fakta-Fakta Di Balik Kopi

Fakta-Fakta Di Balik Kopi

secangkir kopi hangat

 

secangkir kopi hangat

Secangkir kopi hangat
Sumber Gambar: http://www.publicdomainpictures.net

Masyarakat Indonesia tua atau muda, laki atau wanita umumnya sangat menyukai minuman kopi, baik yang diolah secara modern ataupun secara tradisional. Saat sarapan atau pada sore hari, atau disela-sela kerja kopi sering kali menjadi bagian yang tak terpisahkan dari ritus keseharian kita. 

Suguhan utama saat menjamu tamu selain teh, kopi menjadi suguhan utamanya. Tapi sayang saat ini kopi masih diidentikkan dengan minuman yang tidak sehat. Kopi dituduh sebagai penyebab nyeri lambung dan berbagai keluhan rasa sakit seseorang. Kenyataannya kopi tidaklah sejahat anggapan orang selama ini, mari kita simak hal-hal menyangkut fakta tentang kopi. Para penikmat kopi akan memberi kesan positip bila mereka menikmati sajian kopi di pagi hari. Namun, kini ada fakta ilmiah yang membuktikan itu.

1. Manfaat Kopi bagi Wanita.

a. Penghilang stress

Dr Lindsay St Claire dari Universitas Bristol mempublikasikan penelitiannya dalam Journal of Applied Social Psychology bahwa kemampuan wanita yang minum kopi berkafein, dalam memecahkan teka-teki 100 detik lebih cepat dibandingkan pria.
Sebuah penelitian yang dilakukan Harvard School of Public Health yang dipublikasikan di Archives of Internal Medicine tahun lalu mengungkapkan bahwa para wanita yang secara teratur minum kopi berkafein memiliki risiko depresi 20 persen lebih rendah dibandingkan dengan yang tak pernah minum kopi. Penelitian ini, yang diikuti sekelompok wanita selama 10 tahun, menemukan fakta bahwa semakin banyak kita mengonsumsi kopi (hingga enam cangkir per hari), semakin menjauh depresi. Meminimalisir resiko terkena stroke dan serangan jantung.

b. Menurunkan risiko kanker kulit (Basal Cell Carcinoma)

Sebuah penelitian yang dilakukan di Brigham dan Women’s Hospital mengungkapkan fakta bahwa wanita yang minum kopi lebih dari tiga cangkir setiap hari memiliki resiko 20% lebih rendah terkena karsinoma sel basal dibandingkan dengan wanita yang minum kopi satu cangkir dalam sebulan dan pada pria risikonya mengecil 9%. Karsinoma Sel Basal umumnya disebabkan sinar lampu ultra violet atau sinar ultra violet matahari yang diterima berlebihan secara berulang-ulang. Karsinoma sel basal biasanya timbul pada kulit yang tak terlindungi. Biasanya tumbuh terlokalisasi dan jarang menyebar. Namun manfaat minum kopi tidak terlihat pada tipe kanker kulit Squamous Cell Carcinoma dan Melanoma. Hal ini dipresentasikan pada konferensi American Association for Cancer Research International ke 10 di Boston Amerika Serikat.

c. Menangkal Kanker Edometrium

Minum kopi juga bermanfaat meminimalisir resiko terkena kanker Endometrium. Para peneliti mendapati bahwa wanita yang minum kopi sebanyak 4 cangkir sehari memiliki resiko 25% lebih rendah terkena kanker endometrium yang kerap menghinggapi organ intim wanita, dibanding wanita yang hanya minum kopi 2 cangkir sehari. Para peneliti juga menemukan bukti bahwa ternyata kopi lebih bermanfaat mengurangi resiko kanker dibanding Teh Hijau, ini karena kopi memiliki tingkat oksidan lebih baik dibandingkan dengan Teh Hijau.

d. Untuk Kecantikan

Sangat bermanfaat bagi kecantikan kulit. Kandungan antioksidan kopi dapat melawan radikal bebas dalam tubuh. Aroma menyegarkan yang khas juga dapat memberi efek relaksasi. Menurut Lisa Kasanicky (beauty editor Arizonaspa.com) bahwa bubuk kopi merupakan eksfoliator natural, pembersih kulit, sekaligus deodoran sehingga mampu menghilangkan aroma tak sedap pada tubuh. Biasanya perawatan kecantikan menggunakan bubuk kopi dengan menjadikannya sebagai bahan scrub pada tubuh. Juga bermanfaat sebagai masker yang berfungsi mengembalikan kelembaban dan kesegaran wajah.

2. Manfaat kopi bagi pria, yaitu bisa mendongkrak kesuburan pria.

Penelitian telah menunjukkan bahwa kafein berdampak positif kepada motilitas sperma, kemampuan sperma untuk bergerak ke arah sel telur, dan bisa meningkatkan peluang terjadinya kehamilan, dimikian ungkap John Wilcox, MD, FACOG, endokrinologis reproduksi di HRC Fertility, California. Sebuah penelitian lain yang dilakukan di University of Sao Paulo menemukan fakta bahwa mobilitas sperma tercatat jauh lebih tinggi pada pria peminum kopi dibandingkan dengan mereka yang tidak suka mengkonsumsinya.

3. Kopi dan Jantung

Pakar nutrisi University of Toronto, Kanada, bernama El Sohemy, Ph.D. menyatakan bahwa manfaat kafein dapat memicu peningkatan tekanan darah yang bersifat sementara, sehingga mereka yang tidak biasa mengonsumsi kopi akan mendapatkan gelombang kenaikan yang berbahaya bagi jantung. Pada orang-orang yang tidak teratur minum kopi, meminum kopi akan menyebabkan sentakan kafein pada sistem kardiovaskuler. El Sohemy juga mengatakan bahwa ada orang-orang tertentu memiliki variasi genetik yang menyebabkan metabolisme kafein lebih lambat, sehingga dampaknya adalah pada peningkatan resiko serangan jantung setelah minum kopi. Sedangkan pada mereka yang memiliki metabolisme kafein cepat, kopi justru bermanfaat bagi kesehatan jantung. Pada kasus-kasus tertentu, kopi memang dapat memicu serangan jantung dalam waktu satu jam setelah meminumnya. Penelitian yang diterbitkan pada majalah Epidemiologi (Sept, 2006) menunjukkan bahwa resiko serangan jantung akan meningkat empat kali pada peminum kopi ringan yaitu mereka yang mengonsumsi 1 cangkir kopi/hari. Sedangkan peminum kopi berat atau mereka yang meminum empat cangkir atau lebih per hari cenderung memiliki resiko serangan jantung jauh lebih rendah.

4. Minum Kopi akan membantu mencapai bobot tubuh yang sehat.

Minum espresso atau cappuccino setelah makan bukan sekadar sebuah kebiasaan yang membuat kita jadi rileks, apalagi waktu break disaat kerja. Saat minum kopi seusai makan, tubuh Anda akan memproses makanan yang diasup tersebut secara lebih lambat ungkap Chris Kilham, seorang peneliti kedokteran, pendiri Medicine Hunter, Inc. dan penulis buku Psyche Delicacies. Menurut David Levitsky, Ph.D., seorang profesor ilmu gizi Cornell University, “Kafein menurunkan tingkat pemrosesan makanan saat perut menurunkan isinya ke duodenum, bagian dari usus halus di mana perncernaan terjadi, serta meningkatkan metabolisme.” Namun, ingat cara kerjanya bukan seperti mukjizat. Minum kopi tidak serta merta membuat bobot Anda turun, hanya membantu Anda mencapai berat badan sehat dan ideal.

5. Mesin Kopi Sarang Bakteri.

Kita akan mengira bahwa tempat yang mengandung paling banyak bakteri di rumah adalah tempat cuci piring atau tempat sampah. Namun, ternyata wadah di mesin pembuat kopi Anda ada di puncak daftar. Sebuah studi yang dilakukan oleh NSF International, menemukan fakta bahwa wadah mesin pembuat kopi seringkali mengandung jamur dan bakteri ungkap Robert Donofrio, Ph.D., Direktur Laboratorium Mikrobiologi NSF International. Untuk mencegahnya, ikuti dengan cermat protokol yang disarankan produsen mesin yang Anda gunakan. Kalau tidak, Anda bisa menggunakan cuka untuk membersihkannya secara menyeluruh. Tuangkan cuka ke wadah tersebut, lalu diamkan selama 30 menit. Setelah itu, bersihkan residu cuka dengan emnjalankan mesin dua-tiga kali. Selesai.

6. Kopi Tidak Benar-Benar Aditif.

Liz Applegate, Ph.D., staf pengajar dan Direktur Gizi Olah Raga di University of California di Davis, menjelaskan bahwa kafein tidak bersifat aditif. Kafein adalah stimulan pikiran. Organisasi Kesehatan Dunia membandingkan bahwa tindakan mengasup kafein dan obat-obatan, adalah tindakan keliru karena orang dapat mengurangi asupan kafein tanpa mengalami masalah psikologis dan fisik serius yang biasa terjadi pada kasus kecanduan.

7. Kopi tidak benar-benar membuat Anda sakit perut.

Mungkin kita akan menuding kopi saat merasa ada yang tak enak pada perut kita, sebaiknya kunjungi dokter untuk mencari tahu apa akar permasalahan dari masalah perut tersebut.
Menurut Lauren Gerson, MD, M.Sc., associate professor kedokteran dan gastroenterologi di Fakultas Kedokteran Universitas Stanford, mengungkapkan badwa tidak ada bukti dari penelitian-penelitian yang pernah diulas bahwa kopi menyebabkan maag atau rasa sakit pada pasien penderita maag. Ia juga mencatat bahwa tak ada bukti bahwa kopi menjadi pemicu nyeri perut pada penderita masalah pencernaan. Namun, ada satu persoalan pencernaan yang bisa diperburuk oleh kopi. Dr. Gerson menjelaskan bahwa minum kopi bisa memperparah gejala nyeri ulu hati karena kopi merangsang produksi asam lambung.

Bila kita masih tidak yakin, marilah kita belajar dan mempelajari kopi, siapa tahu jadi profesor kopi. Banyak literartur tentang kopi, bisa dijadikan acuan, sehingga bukan sekedar katanya dan ikut-ikutan. Segala sesuatu tentang kopi pasti ada positip dan negatip, tinggal sampai dimana pengetahuan kita mengetahuinya.
(Dari berbagai Sumber)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *