KOPI GIGIT, KOPI KHAS MAOSPATI MAGETAN

KOPI GIGIT, KOPI KHAS MAOSPATI MAGETAN

kopi gigit kopi khas maospati magetan jawa timur

kopi gigit kopi khas maospati                 magetan jawa timur         

 

Kopi gigit adalah minuman asli khas Magetan umumnya, yang hampir punah keberadaannya. Kopi gigit adalah cara penyajian minuman kopi tubruk (kopi sangrai yang ditumbuk tidak halus dan tanpa pengayakan dengan testur kasar) tanpa dicampur gula. Sebagai pelengkapnya, gula disajikan di samping cangkir dalam bentuk gula kelapa atau gula aren.

Kalau kita pergi ke Magetan khususnya di pedesaan di maospati, akan dijumpai warung-warung kopi khas desa. Ada yang menarik disini walapun hampir punah, yaitu kopi gigit.

Cara minum kopi ini sangat khas yaitu kita gigit dulu gula kelapa atau gula aren lalu kita seruput kopi dicangkir. KopiSangrai.com pernah dan sering di masa lalu pergi ke warung Bu Kati di pinggir sawah di desa kraton, maospati, magetan, hanya sekedar menikmati kekhasan kopi gigit. Ada pula di Karangmojo di desa panggung, juga di pinggir sawah yang menyajikan kopi ini. Kopi ini tambah nikmat bilamana dibarengi dengan sajian ubi bakar atau singkong bakar.

Keberadaan warung-warung kopi yang menyajikan kopi gigit saat ini hampir punah, kalah sama kopi-kopi instan. Hanya ada beberapa warung saja yang masih menyajikan kopi gigit ini. Inipun kalau kita yang minta baru disediakan.

Kopi gigit tergolong khas, karena mulai cara pemilihan biji kopi, penggorengan, sampai dengan penyajian sebagai minuman sangat khas sekali. Biji kopi gigit biasanya dipilih dari kopi bermutu, jadi bukan dari biji kopi asalan. Biji kopi adalah campuran dari jenis Arabika dan Robusta dengan perbandingan 60 : 40 tanpa campuran beras atau jagung seperti kopi JITU. Cara penggorengannya selalu dan bisa dipastikan pakai wajan tanah liat diatas bara api kayu (tanpa kompor). Sebelum di goreng di campur dulu dengan potongan kecil-kecil jahe emprit (jahe jawa rasa pedas) yang telah dibersihkan. Kemudian kopi dan jahe di goreng bareng. Aroma khas kopi jahe sangat nikmat. Biasanya ada yang tidak suka jahe, sehingga jahe tidak dipakai. Sebelum gosong atau masih merah kecoklatan diangkat, kemudian didinginkan. Selanjutnya di tumbuk memakai lumpang batu tanpa diayak. Kopi gigit disajikan tidak dengan cara dituang dengan air mendidih, namun di rebus di teko dengan arang batok atau arang kayu. Hal ini dilakukan guna mengurangi kandungan kafein menurut informasi pemilik warung. Selanjutnya dituangkan diatas cangkir berserta gula kepala.

KopiSangrai.com mencoba mereview kopi gigit ini dengan harapan agar kekhasan kopi gigit jangan sampai punah sebagai bagian dari budaya bangsa. Dengan review diatas Anda dapat membuat sendiri Kopi Gigit.

 

Posted in CV. GUNUNG MERAPI | Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *