Kulit Kopi

Bahan pakan ternak terutama sapi

Kulit kopi

Kopi merupakan satu dari sekian banyaknya tanaman yng menghasilkan limbah sampingan dalam proses pengolahannya yaitu kulit kopi. Limbah kulit kopi belum dimanfaatkan secara optimal misalnya bagi atau bisa juga dikatakan untuk pakan ternak. Ketidaktahuan peternak akan kandungan kulit kopi menjadi satu dari sekian banyaknya penyebab tak dimanfaatkannya kulit kopi menjdai pakan ternak. Padahal telah tidak sedikit orang yng melakukan penelitian terhadap penggunaan kulit kopi menjdai pakan ternak.
Kulit kopi cukup potensial bagi atau bisa juga dikatakan untuk dipakai menjdai bahan pakan ternak ruminansia baik itu ruminansia kecil maupun ruminansia besar. Kandungan nutrisi kulit kopi non fermentasi semisal protein kasar sebesar 8,49%, relatif sebanding yang dengannya kandungan zat nutrisi rumput. Malah ada pun penelitian penggunaan kopi ini bagi atau bisa juga dikatakan untuk bahan pakan ternak unggas.
Walaupun demikian terdapat beberapa faktor pembatas penggunaan kulit kopi, diantaranya cukup tingginya kandungan serat kasar dan memiliki kandungan zat antinutrisi semisal tannin serta kafein. Serat kasar adalah komponen bahan pakan yng sulit dicerna oleh organ pencernaan ternak. Keberadaan fraksi serat ini akan memberi pengaruh kecernaan serta penyerapan zat-zat makanan lain-lainnya salah satunya didalamnya protein, mineral serta vitamin.

Fermentasi adalah satu dari sekian banyaknya teknologi merubah pakan menjadi meningkat kandungan nutrisinya (protein serta energy) serta disukai ternak lantaran adanya aroma wangi dari hasil fermentasi Potensi kandungan gizi kulit kopi masih bisa ditingkatkan melalui proses fermentasi yang dengannya Aspergillus niger. Protein kulit kopi bisa ditingkatkan dari 9,94 % menjadi 17,81%, kandungan serat kasar menurun dari 18,74% menjadi 13,05%, (Budiari, 2009).

Bahan pakan salah satunya kulit kopi andaikan difermentasi, kandungan protein serta energinya meningkat sedangkan kandungan serat kasarnya menurun. Hasil kajian Parwati et al. (2008) kulit kopi yng difermentasi yang dengannya Aspergillus niger mampu menggantikan dedak padi yng selama ini menjdai pakan konsentrat bagi atau bisa juga dikatakan untuk ternak sapi. Hal ini menunjukkan bahwasanya yang dengannya sentuhan teknologi bisa menjadikan kulit kopi menjdai bahan pakan yng lebih bermutu.
Cara Membuat Fermentasi Kulit Kopi Yang dengannya Aspergillus niger

  1. Aspergillus niger dilarutkan yang dengannya air, ditambahkan gula pasir, urea, serta NPK, lantas inkubasi selama 24 jam.
  2. Menyiapkan tempat untu melakukan fermentasi (silo) mampu yang dengannya mempergunakan Tong Plastik ataupun bagi atau bisa juga dikatakan untuk sekala besar mempergunakan tempat yng beratap genteng, yng nantinya mampu ditutup yang dengannya terpal ataupun plastik. Intinya tempat pembuatan fermentasi kulit kopi ini dalam keadaan anaerob.
  3. Kulit kopi yng sudah siap difermentasi ditaburkan pada permukaan media setebal 5–10 cm, selanjutnya disiram yang dengannya larutan Aspergillus secara merata. Penyiraman bisa di lakukan yang dengannya shower (gembor) yng tidak sedikit tersedia dipasaran.
  4. Tumpukan bahan yng sudah tersiram larutan Aspergillus ditaburkan lagi yang dengannya kulit kopi setebal 5–10 cm, selanjutnya disirami larutan Aspergillus secara merata. Demikian seterusnya, menjadikan bahan habis tertumpuk serta tersiram cairan Aspergillus.
  5. Tumpukan kulit kopi ditutup yang dengannya terpal yng bersih secara rapat serta di inkubasi selama 7 hari.
  6. Sesudah umur 7 hari bisa dibongkar, selanjutnya dikeringkan ataupun di angin-anginkan.
  7. Penggunaan kulit kopi fermentasi menjdai pakan ternk ini butuh dicampur yang dengannya bahan pakan yng lain, agar kebutuhan nutrient ternak tercukupi.

Untuk mendapatkan kulit kopi segera hubungi kami di 08113603808